Berita  

Kekuatan fiskal Kota Surabaya relatif mandiri, Lutfil Hakim : Rasio Mencapai 64%

SURABAYA – SIBER NUSANTARA.CO.ID

Penerintah Kota Surabaya berpeluang besar untuk menaikkan rasio fiskal yakni PAD terhadap total pendapatannya (APBD) menjadi lebih tinggi daari yang saat ini 64%, mengingat potensi kota ini sanagat besar untuk investasi, terutama sektor industri, perdagangan dan jasa.


Ketua PWI Jatim menegaskan, APBD Kota Surabaya di atas APBD 32 Provinsi (dari 38 provinsi). Bahkan di atas APBD Provinsi Sulsel dan Sumsel.

BACA JUGA :
BEM Nusantara Jawa Timur Apresiasi Pengamanan Polrestabes Surabaya Saat Aksi Unjukrasa


Sementara rasio PAD Kota Surabaya terhadap total pendapatannya sekitar 64% , artinya masih ada transfer dari pusat ( TKD ) sekitar 36%. Rasio fiskal sebesar 64%, kata Lutfi, tergolong tinggi, karena rata – rata fasio fiskal dari seluruh kab/kota se Indonesia masih di bawah 16%.

BACA JUGA :
Gelar Baksos Kesehatan, Kapolri: Demi Keselamatan Masyarakat

” Rasio 64% tergolong mandiri secara fiskal,. Dan Kota Surabaya masih berpeluang menaikkan rasio fiskalnya, karena potensi ekonomi daerah ini sangat besar,” kata Lutfil Hakim, ketua PWI Jatim dalam dialog rutin pengurus PWI Jatim , Senin (31/8/2026).

Memang rasio fiskal 64%, kata Lutfi, masih di bawah Kab Badung (Bali) yg mencapai 92%, artinya TKD kab Badung haya 8%. Kota Surabaya masih punya potensi untuk menaikkan rasio fiskal, karena derivasi PDRB Kota Surabaya yang mencapai sekitar Rp900 triliun bisa jadi triger penambahan pendapatan positif Kota Pahlawan ini.

BACA JUGA :
Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Membantu Meringankan Kesulitan dan Menyelesaikan Masalah yang Dialami Warga

“Keberhasilan kekuatan fiskal Kota Surabaya tidak lepas dari kepemimpinan Walikota Ery Cahyadi yang notabene memiliki perspektif luas tentang investasi di daerah,” kata Lutfi.