Bondowoso, Siber Nusantara.co.id
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Klampokan, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, berlangsung meriah dan penuh khidmat. Rangkaian kegiatan diisi dengan pawai ancak agung keliling desa dilanjutkan sholawat bersama serta pengajian umum yang diikuti masyarakat dengan penuh antusias. Jum’at malam Sabtu (4/9/26).

Sejak sore hari, suasana Desa Klampokan tampak semarak. Warga di masing-masing RT sedang mempersiapkan ancak agung dan pawai yang dilaksanakan sekitar jam 18.00 Wib denga rute yang telah ditentukan oleh panitia.
“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Ratusan warga memadati lokasi pengajian umum dan sholawat Bersama, Alhamdulillah warga sangat antusias,” ujar Denis Halimansyah.
Kades Klampokan juga menjelaskan, sebelum pengajian dimulai, ratusan warga gelar pawai ancak agung. Masing-masing RT membuat ancak agung diiringi pawai melintas seputaran Desa Klampokan.
“Untuk ancak agung ada 10,
Desa Klampokan ada 9 RT dan 1 dari Pemdes.
Masing-masing RT mengeluarkan 1 ancak diiringi pawai, mereka berkreasi sambil melantunkan sholawat,” imbuhnya.

Peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat Desa Klampokan. Antusiasme warga terlihat dari ramainya peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, ucap Kades Denis.
Masyarakat berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan suasana yang semakin meriah, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pawai tersebut menjadi salah satu bentuk kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi. Iring-iringan pawai juga menarik perhatian masyarakat yang berada di sepanjang jalur perjalanan.
Setelah pawai selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sholawat bersama. Warga larut dalam lantunan sholawat dan doa sebagai bentuk ungkapan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum. Dalam tausiyahnya, masyarakat diajak untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.







