Perhutani Bondowoso dan Rutan Situbondo Panen Raya Jagung

Perhutani KPH Bondowoso dan Rutan Situbondo Panen Raya Jagung, Dorong Kemandirian Warga Binaan

BONDOWOSO, Siber Nusantara.co.id

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo menggelar panen raya jagung di petak 29B1 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bayeman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Prajekan, Kegiatan ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry melalui Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan. Kamis (15/10/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir, Wakil Administratur Bondowoso Utara Totok Suharsono beserta jajaran, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kusnali, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo Suwono, sejumlah kepala lembaga pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur, serta Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Situbondo.

BACA JUGA :
Perhutani KPH Bondowoso Optimalkan Fungsi Ekologis Hutan melalui Gound Breaking Besama IIKP dan Lintas Sektor

Administratur Perhutani KPH Bondowoso Misbakhul Munir menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan melalui agroforestry yang produktif dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan fungsi ekologis hutan.

“Perhutani mendukung pengembangan agroforestry sesuai ketentuan dan prinsip kelestarian. Selain meningkatkan produktivitas lahan dan mendukung ketahanan pangan, program ini menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan pertanian, etos kerja, dan kemandirian ekonomi,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Perhutani Bondowoso Dukung Penanaman Bersama Kodim 0822, Perkuat Sinergi Pelestarian Hutan

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur Kusnali menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan.

“Manfaatnya sangat baik bagi warga binaan. Mereka memperoleh keterampilan menanam jagung dengan baik sekaligus mendapatkan premi dari hasil pekerjaan mereka,” ujar Kusnali.

Di tempat yang sama, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo Suwono menjelaskan bahwa pelibatan warga binaan dalam program pertanian SAE dilakukan melalui asesmen dengan mempertimbangkan persyaratan, masa pidana, dan perilaku selama menjalani pembinaan. Saat ini, enam warga binaan terlibat langsung dalam pengelolaan lahan pertanian dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketentuan yang berlaku.
Keberlanjutan program juga menjadi perhatian melalui regenerasi peserta agar keterampilan pertanian dan produktivitas lahan tetap terjaga ketika warga binaan menyelesaikan masa pidananya.

BACA JUGA :
Perhutani KPH Bondowoso dan Pusdiklat Brimob Tandatangani Perjanjian Kerjasama Perlindungan dan Penggunaan Kawasan Hutan

Panen raya ini menegaskan pentingnya sinergi antara Perhutani, jajaran pemasyarakatan, dan pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan produktivitas lahan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan sumber daya manusia.

Melalui kerja sama berkelanjutan, Perhutani KPH Bondowoso berkomitmen mendukung pengelolaan hutan yang produktif dan lestari sekaligus memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.(Komp-PHT/Bdw/Mam)