Musim Giling 2026 PG Pradjekan Resmi Dimulai, GM Optimis 5,5 Juta Kwintal Tebu dan Gula 40 Ribu Ton Tercapai

Pembukaan Giling Tebu 2026, PG Pradjekan Bondowoso

Bondowoso, SiberNusantara.co.id

Pabrik Gula (PG) Pradjekan resmi membuka Musim Giling Tahun 2026 dengan penuh optimisme. Kegiatan pembukaan giling yang berlangsung khidmat dihadiri General Manager (GM) bersama jajaran petani tebu, mitra kerja, serta instansi setempat. Kamis (14/5/26).

Momentum ini menjadi penanda dimulainya proses produksi gula yang diharapkan mampu mendongkrak hasil produksi secara maksimal.

General Manager PG Pradjekan menyampaikan rasa syukur atas dimulainya musim giling tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa seluruh persiapan mulai dari perawatan mesin, kesiapan tenaga kerja, hingga koordinasi dengan petani tebu telah dilakukan secara matang demi mendukung kelancaran operasional pabrik.

BACA JUGA :
Kasdim 0822 Bondowoso Tegaskan, "Disiplin dan Profesionalisme Saat Pimpin Upacara Bendera 17-an"

“Musim giling tahun 2026 ini kami targetkan mampu menggiling tebu sebanyak 5,5 juta kwintal dengan produksi gula mencapai 40 ribu ton. Kami optimis target tersebut dapat kita raih melalui kerja sama seluruh pihak, terutama dukungan para petani tebu,” ujar Chandra Sakti.

Menurutnya, peningkatan kualitas tanaman tebu dan kondisi cuaca yang relatif mendukung menjadi faktor penting dalam upaya mencapai target produksi tahun 2026.

BACA JUGA :
Dandim 0822 Bondowoso Tegaskan Netralitas Prajurit di Pemilu 2024

Kami berharap musim giling tahun 2026 PG Pradjekan berjalan lancar tanpa hambatan serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan nasional, Sinergi Gula Nasional khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gula dalam negeri.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras seluruh elemen, target produksi yang telah ditetapkan diyakini dapat tercapai secara optimal, imbuh GM PG Pradjekan.

Para petani tebu pun menyambut positif dimulainya musim giling karena dinilai mampu memberikan semangat baru bagi peningkatan kesejahteraan petani.

BACA JUGA :
Personel Polres Bondowoso Mengikuti Rikkes Berkala TA. 2023

Petani tebu millenial yang akrab dipanggil Petani Ogal menyampaikan keyakinannya bahwa target produksi tahun ini dapat tercapai.

Kondisi tanaman tebu yang dinilai cukup baik serta pendampingan teknis dari PG Pradjekan, menjadi alasan utama meningkatnya optimisme petani.

“Sinergi antara petani dan PG Pradjekan terus berjalan positif. Petani tebu untung PG Pradjekan juga untung,” jelasnya.

Suasana pembukaan giling berlangsung semarak dengan tradisi pengantin tebu yang menjadi simbol harapan keberkahan dan kelancaran selama musim produksi berlangsung.

Penulis : Suwaris

Sumber : Liputan