BONDOWOSO, Siber Nusantara.co.id
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan kawasan hutan melalui program agroforestry tanaman jagung bersama Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kabupaten Situbondo. Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Nawacita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kegiatan penandatanganan dilaksanakan di Aula Sonokeling Kantor Perhutani KPH Bondowoso, dengan objek PKS berada di kawasan hutan petak 29 B-1 seluas 4,00 hektare di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bayeman, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Prajekan. Pemanfaatan lahan melalui sistem agroforestry dengan komoditas jagung ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kawasan hutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan aspek kelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, Perhutani berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan dengan sistem agroforestry yang produktif namun tetap menjaga kelestarian hutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Perhutani dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Situbondo, Suwono, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi dengan Perhutani KPH Bondowoso. Ia menilai kerja sama ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena selain mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan, kegiatan ini juga dapat memberikan keterampilan dan pengalaman bagi warga binaan di bidang pertanian. Harapannya, hal ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan pemanfaatan kawasan hutan dengan tanaman jagung di wilayah BKPH Prajekan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kelestarian lingkungan. (Komp-PHT/Bdw/Mam)







