Tradisi Budaya Ojung Selamatan Desa Karang Anyar

Bondowoso, Siber Nusantara.co.id

Tradisi budaya Ojung kembali digelar dalam rangka Selamatan Desa Karang Anyar, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan bertempat di areal sawah berlangsung meriah menjadi wujud syukur masyarakat atas limpahan rezeki serta doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan desa.

Ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan sejak siang hari. Tradisi Ojung, yang merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Bondowoso, menampilkan dua orang peserta yang saling berhadapan dan “bertarung” menggunakan rotan dengan penuh sportivitas.

BACA JUGA :
Dishut Provinsi Jatim Tinjau Pengelolaan Kopi di Perum Perhutani KPH Bondowoso

Meski terlihat keras, tradisi ini sarat makna dan filosofi, yakni sebagai simbol permohonan hujan, kekuatan, serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

BACA JUGA :
Danramil 0822/04 Tenggarang Bondowoso Pimpin Bantu Bangun Rumah Warga

Kepala Desa Karang Anyar menyampaikan bahwa Selamatan Desa bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum mempererat persatuan dan menjaga kelestarian budaya lokal.

“Ojung adalah identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan tentang kebersamaan dan keberanian,” ujar Riwanto. Rabu (11/2/26).

BACA JUGA :
Tingkatkan Fasilitas Desa, Babinsa Petung Aktif Awasi Pembangunan di Curahdami

Melalui pelaksanaan Selamatan Desa dan tradisi Ojung ini, masyarakat Karang Anyar berharap desa mereka senantiasa diberi keselamatan, dijauhkan dari bencana, serta diberikan hasil panen yang melimpah. Tradisi ini pun menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal tetap hidup dan lestari di tengah perkembangan zaman, pungkas Kades Karang Anyar.